Manusia Asal Ada


“Ni, lo udah ngerjain tugas blom? Nyamain jawaban dong!”

Aku pun mengeluarkan selembar kertas lusuh dari dalam saku jaket, “Nih.. Ntar tolong langsung kumpulin sekalian yak?”

“Iiih, tugas apaan kayak gini? Gak ada kertas lain apa? Tulisan juga udah kayak ceker ayam!”

“Yaelah, yang penting ngerjain. Udah ya, gue mau ke si Mira dulu”

*****

Adzan dzuhur sudah berkumandang dua jam yang lalu, aku masih sibuk dengan tugas makalahku.

“Haduuuh, lima belas menit ladi di-upload! Arghhhh! Komputernya nge-hang lagi!”

Tepat beberapa detik sebelum deadline pun aku mengumpulkan tugas. Setelah itu aku langsung meluncur menuju kamar mandi, berwudhu untuk shalat.

“Ni, shalat apa senam tuh? Cepet-cepet banget?”

“Yang penting udah shalat! Dari pada nggak sama sekali kan??”

*****

“Ani Rahmawati,lulus dengan IPK dua koma tiga satu”, jantungku masih berloncat-loncatan ketika turun dari podium. Ini bukan podium biasa, di sinilah tempat aku dan teman-temanku berganti gelar menjadi sarjana. Kulihat ayahku duduk terdiam di kursi tengah. Memang IPK-ku tidak bisa dibilang memuaskan, tapi yah, yang penting lulus!

*****

“Bu, aku lapar”, anak sulungku merengek-rengek di kakiku. Kusodorkan sebuah piring besi berisi nasi kemarin dan sebuah tempe. “Bu, aku gak mau makan ini!”.

“Sudah, yang penting ada makanan kan?!”

*****

Advertisements

One thought on “Manusia Asal Ada

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s