Cerpen waktu SD


Lagi teringat cerpen-cerpen pas jaman SD. Yang biasanya ada di buku paket yang dipinjemin perpustakaan. Ada salah satu cerita yang menurut saya keren banget.. Saya coba ceritain di sini yaaa.. Maknanya sama tapi ceritanya diubah2 dikit (maklum lah, udah lupa, jaman SD..)

Seorang petani tua duduk di bawah pohon ceremai. Ia beristirahat setelah penat seharian mambajak sawah. Sambil mengipas-ngipaskan tangan ia menatap buah pohon yang ada di atasnya. Buah itu kecil dan berwarna hijau muda.

Iseng-iseng sang Petani berpikir, “Kok Tuhan tidak adil ya? Buah ceremai ini kecil, tapi pohonnya sangat besar. Sedangkan buah semangka yang besar, tumbuh dari pohon menjalar yang lemah dan kecil. Seandainya ditukar, pasti akan lebih adil”

Dia masih terus mengipas-ngipaskan tangan. Tiba-tiba sebuah buah ceremai kecil yang belum matang jatuh ke matanya.

Ciuuuuuung, puk! Aaah, sakitnya! Matanya kini bengkak dan berair.

“Ah, Tuhan memang adil. Seandainya yang jatuh tadi adalah buah semangka, aku tak tau apa yang akan terjadi”

Karena Allah yang telah menciptakan semuanya, pasti ia tau apa yang terbaik, yang akan membuat kesetimbangan tercipta.. Allah juga tau apa yang sebenarnya dibutuhkan manusia. Untuk itu ia buatkan sistem hidup terbaik, yang telah dijabarkan dengan sangat baik melalui Al Qu’an dan Rasulnya.

Advertisements

2 thoughts on “Cerpen waktu SD

    • Yaaa, itu juga merupakan pelajaran, supaya orang-orang gak berdiri di bawah pohon duren.. Orang akan lebih terjaga jika ada kehati-hatian kan? *hehe, ngeles gue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s