Inget pelajaran PKN


Tiba-tiba teringat sebuah perkataan dosen PKN:

Politik itu berasal dari kata poly dan tic (gak tau tulisannya kayak gimana). Poly berarti banyak, sedangkan tic artinya kepentingan. Jadi politik maksudnya kegiatan mengurusi kepentingan orang banyak.

Trus, trus, saya pernah dapet materi tentang politik (siyasah) dalam Islam.

Siyasah dalam Islam adalah (backsound-nya: jreng jreng jreng!) model cara memerintah dan menjalankan negara, mengurusi urusan-urusan umat manusia untuk mencapai kemaslahatan dunia dan akhirat dengan berpedoman pada syariat Islam dan nilai-nilai kebajikan yang sejalan dengan syariat Islam.

Lalu, Ibnul Qayyim, juga berkata, “Siyasah adalah sesuatu yang membuat manusia lebih dekat kepada kemaslahatan/kebaikan dan lebih jauh dari kerusakan, meskipun tidak diletakkan Rasulullah SAW, dan tidak diturunkan oleh wahyu, atau dengan kata lain tidak ada siyasah kecuali dengan syariat.”

So, saya jadi berpikir kembali tentang beberapa umat Islam yang sangat antipati terhadap yang namanya politik, padahal Islam jelas-jelas memerintahkan untuk memperhatikan kemaslahatan umat.

Rasul saja ketika di penghujung hayatnya masih mengucapkan, “ummati, ummati!”. Bukankah itu menunjukkan betapa pentingnya memikirkan masalah (tentunya dengan solusinya :D) umat? Lalu, kenapa kita masih enggan berpolitik? Atau, mengapa kita masih menggunakan frame berpikir politik yang tidak sesuai dengan Islam?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s