Surat untuk Mbak Artis


Saya pernah mendapat cerita dari seorang senior. Begini ceritanya:

Lima menit sebelum RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi akan resmi ditolak, tiba-tiba seorang anggota sidang, seorang ibu berkata dengan lantang, “Pimpinan sidang, mohon beri saya waktu lima menit untuk menampilkan sesuatu!”. Pimpinan sidang menyetujuinya. Sang ibu pun menampilkan sebuah presentasi. Dalam slide-slide-nya ditampilkan persentase seks bebas yang ada di Indonesia, persentase anak usia sekolah yang telah melakukan hubungan suami-istri di luar nikah, dan fakta-fakta yang sejenisnya. Pasti sebagai seorang ibu, wanita anggota sidang yang menampilkan slide-slide itu, sangat pedih melihat angka-angka tersebut. Dia ingin RUU APP segera disahkan. Untuk melindungi anak-anak Indonesia.

Lalu, saya mencoba merasuki perasaan ibu-ibu Indonesia lainnya, yang mungkin anak-anaknya telah menjadi korban pornografi dan pornoaksi. Yang mungkin tidak punya kuasa lebih untuk berbicara di sidang. Yang mungkin tidak tau harus mengadu kepada siapa. Kemudian, saya tuliskan surat ini sebagai wujud empati.

Kepada Mbak-mbak artis ibu kota.

Mbak, saya hanyalah seorang wanita berpendidikan rendah dengan wawasan terbatas. Saya juga bukan ustadzah yang mengerti banyak tentang agama. Saya hanya seorang ibu dengan satu orang putri, satu orang putra, dan satu orang suami.

Mbak, mungkin Mbak tidak ingin tau. Saya hanya ingin mengatakannya pada mbak. Anak sulung saya, Wati, sekarang berada di rumah sakit untuk kelainan jiwa. Saya tidak tau bagaimana anak saya itu dapat sembuh. Penyakit ini diawali dengan kelahiran seorang anak dari rahimnya. Seharusnya itu menjadi sebuah kebahagiaan. Namun tidak bagi kami, Mbak.. Karena bahkan Wati tidak mengenal siapa ayah dari anak yang dilahirkannya. Wati hanya mengingat wajah orang jahat itu, yang baru pernah sekali dilihatnya pada peristiwa naas yang menimpanya.
Lalu, Mbak.. Semoga Mbak masih mau melanjutkan membaca curahan hati saya ini. Anak bungsu saya, Mbak.. Kini ia harus mendekam di penjara selama sepuluh bulan. Lebih parah lagi, kini ia tidak bisa melanjutkan sekolahnya lagi, karena DO. Mbak tau apa penyebabnya? Wawan tertangkap ketika sedang membeli VCD film porno dari teman-temannya.

Lalu, Mbak mau mendengar satu fakta lagi? Mbak, sekarang saya telah menjadi janda.. Suami saya meninggal karena terinjak-injak massa di sebuah pertunjukkan dangdut. Menurut teman suami saya yang ada di sana, suasana tiba-tiba menjadi sangat rusuh ketika Mbak berhenti berjoget dan keluar dari panggung. Suami saya yang sedang berjualan mie ayam tidak dapat menghindar dari serbuan massa karena harus menyelamatkan gerobaknya.

Mbak, hidup saya jadi hancur berantakan sekarang. Bukan. Saya bukan ingin menyalahkan Mbak-mbak artis semuanya.. Saya bahkan nggak tau harus menyalahkan siapa.. Saya cuma ingin meminta beberapa hal kepada Mbak.. Tolong jaga kehidupan-kehidupan lain, Mbak, supaya jangan sampai hancur seperti kehidupan saya.. Mbak, tolong, jangan gunakan pakaian yang kekurangan bahan lagi.. Tolong, jangan beraksi tidak senonoh di atas panggung-panggung dan acara-acara televisi lagi..
Terima kasih Mbak udah mau membaca surat saya ini. Semoga Mbak mau mengabulkan permintaan saya. Demi, anak-anak kita, Mbak..

**Surat di atas hanya karangan saya aja, bukan berdasarkan kisah nyata. Atau mungkin ini merupakan kisah nyata seseorang ya?**

Advertisements

2 thoughts on “Surat untuk Mbak Artis

  1. ceritanya gw adalah mbak artis,

    mbak, saya salut dengan cerita mbak. tapi saya hanya manusia biasa,mencari uang dengan mengikuti tuntutan massa.

    apakah saya yang dianggap mengganggu jika mbak membiarkan anak mbak, wati berkeliaran dan mengundang pria jahat?

    apakah saya yang dianggap mengganggu jika mbak tidak bisa menjaga moral anak mbak yang menonton porno

    hehehe, just a thought. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s