Bikin cerpen pas jaman TPB


Seorang anak hendak mengadakan piknik bersama teman-teman SDnya. Pagi itu ibunya sudah sibuk ke sana kemari menyiapkan bekal. Anak itu, yang melihat ibunya sibuk sendiri, keheranan. Bawa ini, bawa itu, bikin berat aja! Ketika ibunya tidak mengetahui, si anak kecil mengeluarkan semua persiapan yang dibawakan ibunya dari dalam tas; makan siang, payung, minuman. Ah, nanti juga bisa minta teman!

Ketika sampai di tempat tujuan, ia dan teman-temannya langsung bermain-main dengan riangnya. Mereka bersenda gurau. Ketika waktu istirahat tiba, semua anak mengeluarkan bekal makan siang masing-masing, kecuali si bocah kecil kita tadi. Teman-temannya sudah kelelahan bermain, sehingga merasa sangat lapar. Semua makan dengan lahap, tanpa sedikit pun mau berbagi dengannya. Dia pun pasrah, duduk sambil menahan lapar.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan kembali. Tapi tiba-tiba hujan turun. Anak-anak lain langsung mengeluarkan payung atau jas hujan, dan berlari menuju kemah. Anak kecil ini tidak berani menantang hujan deras. Ia terduduk sendirian di bawah pohon jati, diam-diam menitikkan air mata. Kenapa tidak ada yang mau berbagi dengannya? Pelan-pelan rasa sesal menyusup. Kenapa ia tidak membawa bekal yang cukup untuk perjalanan ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s