Autis lo!


Teman-teman sekelasku di sekolah ini sangat kompak. Satu sama lain saling akrab. Bahkan kami tidak segan-segan saling menghina-hina. Namun ada satu orang yang cukup ‘berbeda’ di mataku. Susan.

Suatu hari di masa-masa ujian. Lapangan basket kosong. Semua sibuk belajar. Bahkan pergi ke kantin pun, anak-anak membawa buku lima senti meter di depan matanya (*anak-anak, kebiasaan ini tidak baik, jangan ditiru ya 😀 karena bisa menambah minus mata dan tabrakan di mana-mana).

Andi, teman sekelasku juga, yang duduk di depan Susan, tiba-tiba menoyor kepala teman sebelahnya, “Autis lo! Soal gitu aja gak bisa jawab!”. Sam, yang nggak mau kalah, balas menjitak kepala Andi, “Ndi, soal yang ini mah udah dari tadi selesai! Yang gue tanyain tuh yang ini, autis!”

Tiba-tiba Susan menggebrak meja. Lalu ia lari ke kamar mandi. Untung sedang jam istirahat, sehingga tidak banyak yang memperhatikan.

Beberapa bulan kemudian.

Susan, aku, Reni, dan Chintya sedang makan siang di kantin. Tiba-tiba Chintya nyeletuk, “eh, pindah ke meja itu yuk, temenin Laras. Kasian dia autis sendirian”. Reni dan Chintya segera mengambil mangkok mi yaminnya dan pindah. Susan hanya duduk terdiam sambil menunduk. Aku menunggunya. Dia tak kunjung bangkit, sehingga aku pun mendekatinya kembali.

Ternyata kedua matanya yang bulat telah berair. Melihatku datang, ia langsung mengelap matanya dengan ujung jilbab.

“Kenapa, San?”, aku penasaran

“Mereka nggak pernah ngerasain…”, kalimatnya menggantung

“Ngerasain apa?”

“Mereka nggak pernah ngerasain gimana rasanya punya adik penderita autis…”

=====================================

“Seorang Muslim yang sejati ialah bila orang lain merasa aman dari gangguan lidah dan tangannya”

(HR Bukhari dan Muslim)

=====================================

**cerita di atas hanya fiktif saja. Terinspirasi oleh seorang teman SMA dan teman kuliah**

Advertisements

One thought on “Autis lo!

  1. tulisannya menarik…
    suka bikin cerpen meg??

    keren euy… yup sepakat, bahkan sekarang “katanya” ada kelompok yang mencoba memperjuangkan kata autis kembali ke habitat yang sebenarnya…

    keep writing keep shining… ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s