Menulis Jurnalistik yang Menggigit


Semua orang dapat menulis. Namun tidak semua orang dapat menulis dengan baik dan menarik. Diperlukan latihan yang cukup lama hingga seseorang dapat mahir menulis, terlebih lagi menulis jurnalistik di media massa. Menulis di media massa memerlukan sebuah keterampilan khusus dan daya kreatif yang luar biasa. Selain itu diperlukan jam terbang yang tinggi.

 

Media massa dewasa ini

Media massa saat ini merupakan salah satu kebutuhan terpenting manusia di era globalisasi. Sekarang, arus informasi mengalir dengan cepat tanpa ada keterbatasan waktu dan jarak. Manusia yang hidup di era ini harus dengan cepat memperbaharui pengetahuannya, yaitu dengan membaca. Saat ini membaca media massa merupakan sebuah kegiatan penambahan pengetahuan yang cukup efektif.

 

Tidak semua tulisan dapat dimuat di media massa. Tulisan dengan analisis yang dangkal tidak dapat dimuat di media massa. Namun, tulisan dengan analisis terlalu mendalam dan bertele-tele juga akan ditolak oleh media massa. Media massa mencari tulisan yang ringkas, padat, dan dipaparkan dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Selain isi, judul tulisan juga tak kalah pentingnya dalam menarik perhatian pengelola media massa. Jika sebuah tulisan telah memenuhi kedua syarat di atas, kemungkinan besar beberapa hari setelah pengiriman, tulisan tersebut akan terpampang dalam sebuah kolom surat kabar.

 

Wawancara dengan Hawe Setiawan, jurnalis sekaligus budayawan

Hawe Setiawan, seorang penulis kolom budaya di beberapa surat kabar nasional dan daerah, memaparkan beberapa tips menulis jurnalistik yang menggigit. Media massa memiliki tipe berita masing-masing. Ada media yang mengambil pasar para akademis, dengan tingkat pendidikan cukup tinggi. Sedangkan media lainnya lebih menyentuh kalangan masyarakat menengah ke bawah yang haus pengetahuan. Ada pula media yang diperuntukkan hanya untuk wanita. Selain itu, redaktur media massa pun memiliki karakteristik yang beragam. Namun ada beberapa poin penting yang biasanya dijadikan acuan penulis, agar tulisan jurnalismenya dilirik oleh tim redaksi sebuah media massa.

 

 

 

Judul tulisan

Faktor pemikat yang pertama adalah judul yang menarik. Judul merupakan wajah sebuah tulisan. Seperti layaknya impresi manusia pada umumnya, pembaca biasanya melihat wajah sebuah tulisan dahulu, sebelum yang lainnya. Maka judul tulisan haruslah memikat pembaca pada lintas pandangan pertama. Judul tulisan yang baik adalah judul yang padat, singkat, dan dapat menggambarkan isi tulisan. Selain itu, akan lebih baik jika judul tulisan memiliki unsur pengulangan rima. Biasanya pula, pembaca akan tertarik pada tulisan dengan judul provokatif dan mengundang kontroversi.

 

Bagian pembuka tulisan

Faktor penting lainnya adalah paragraf pembukaan. Ibarat sebuah rumah, paragraf pembukaan adalah teras rumah tersebut. Teras rumah merupaka tempat seorang tuan rumah menyambut tamunya. Jika penyambutan di awal kurang menarik, tamu tersebut mungkin akan memilih untuk meninggalkan sang tuan rumah di teras.

 

Paragraf pembukaan haruslah membuat pembaca tidak bosan untuk melanjutkan pembacaan ke alinea-alinea selanjutnya. Hal ini dapat dilakukan dengan awal tulisan yang singkat, padat, dengan kalimat yang pendek, dan membuat penasaran. Alinea pertama dapat pula berupa kutipan kata-kata dari seorang tokoh terkenal, ilustrasi analogi, maupun deksripsi peristiwa.

 

Menulislah sesuai kompetensi yang kita tekuni

Staf-staf media massa merupakan orang-orang yang ahli di bidang jurnalistik, dan tidak ahli di bidang lainnya. Hal ini dihadapkan pada kebutuhan mereka terhadap tulisan-tulisan ilmiah oleh orang yang kompeten di bidangnya. Namun yang perlu diperhatikan, walaupun seseorang menulis sebuah artikel ilmiah, hendaknya pembaca awam tetap menangkap maksud yang hendak disampaikan penulis. Caranya dengan mengurangi penggunaan kata teknis. Kalau pun ada, berikanlah penjelasan mengenai arti kata tersebut. Sehingga masyarakat umum pun dapat mengerti maksud tulisan yang dipaparkan.

 

Proses berpikir kreatif

Menulis merupakan sebuah proses berpikir kreatif. Untuk dapat berpikir kreatif, seseorang dituntut untuk melihat segala sesuatu di luar kotak. Manusia yang kreatif selalu dapat melihat sebuah masalah dari sisi yang lain. Dan itu lah yang pembaca butuhkan saat ini: sebuah pandangan lain.

 

Latihan dan latihan

Teori saja tidak cukup untuk menjadi seorang jurnalis ideal. Diperlukan praktek dan latihan setiap harinya untuk menerapkan teori tersebut. Pak Hawe Setiawan sendiri, sebagai jurnalis andal, pun melakukan hal tersebut. Beliau selalu menyempatkan diri untuk menulis setiap hari, walau hanya beberapa menit. Selain itu, seorang jurnalis sejati mestinya selalu membawa peralatan perangnya ke mana pun ia pergi. Pikiran menarik tidak boleh hilang karena ketiadaan alat tulis. Seseorang tidak akan pernah tahu apa yang akan ditemuinya suatu saat. Bisa saja sedetik kemudian ia menemukan hal menarik untuk dituliskan. Jika hal topik tulisan sudah terlintas di pikiran, maka ia akan dapat dengan segera menuliskan ide-idenya tentang hal tersebut. Ide tidak pernah datang dua kali. Dan sayangnya, ide pun dapat dengan mudah menguap oleh waktu.

 

Setiap orang dapat menulis, baik anak-anak maupun orang tua, pekerja kantoran maupun tukang becak. Hanya saja, diperlukan sedikit upaya lebih untuk menjadi jurnalis yang dapat membuat karya yang menggigit. Untuk itu, sejak saat ini, hendaknya para calon-calon jurnalis telah memulai latihannya. Jangan sampai ada hari yang terlewatkan tanpa menulis. []

 

=============================================================

Dibuat sebagai UAS mata kuliah Jurnalisme Sains dan Teknologi

*daripada cuma numpuk di folder kuliah*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s