Ibu, jika aku sudah dewasa nanti, apakah …?


“Ibu, jika aku sudah dewasa nanti, apakah aku tidak akan bisa bermain-main lagi?”

“Tentu saja bisa, anakku sayang.. Tapi, setiap apa yang kau lakukan harus dapat kau pertanggungjawabkan.”

“Ibu, apakah nanti setelah aku dewasa, aku masih dapat makan kue cokelat, es krim, dan permen-permen lagi?”

“Tentu saja, anakku.. Namun, kau harus memikirkan masak-masak apa yang akan kau makan. Karena tak kan ada lagi yang akan mengingatkanmu tentang kesehatanmu.”

“Ibu, apakah ketika aku sudah besar nanti, aku masih boleh bercanda-canda dengan teman-temanku?”

“Tentu saja anakku. Namun berhati-hatilah terhadap segala ucapanmu. Berhati-hatilah, sebab segala ucapanmu harus kau terima konsekuensinya.”

“Ibu, apakah nanti ibu masih akan membela dan melindungiku jika orang berbuat jahat kepadaku?”

“Ibu hanya dapat melindungimu lewat doa-doa yang ibu panjatkan. Karena, saat engkau dewasa nanti, engkaulah yang harus melindungi dirimu sendiri.”

“Kalau begitu, ibu.. Aku tak ingin menjadi orang dewasa. Aku ingin seperti ini terus.”

“Kenapa anakku?”

“Aku takut berubah. Aku takut tidak bisa melakukan semuanya sesukaku lagi.”

“…”

==============================================================

Cerpen yang dibikin sejak dahulu kala, dan sampe sekarang belum nemu kalimat yang tepat untuk dilontarkan sang ibu. Ada yang bisa bantu?

*Tua itu pasti, dewasa itu pilihan*

Advertisements

One thought on “Ibu, jika aku sudah dewasa nanti, apakah …?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s