Kuburan?


Kuburan? Apakah saya nggak salah dengar? Kuburan?!?! Saya semakin bingung.

Malam itu, pelanggan terakhir saya datang. Ya, saya adalah pengusaha terkenal di daerah saya, tempat transit truk-truk yang sedang menunaikan tugasnya mondar-mandir dari suatu kota ke kota lain. Bukan, saya bukan pedagang makanan. Saya juga bukan pemilik POM bensin. Saya bukan pengedar jasa wanita murahan. Saya juga bukan makelar saham, apalagi rentenir. Saya adalah penjual jasa penghiasan kendaraan. Terdengar bergengsi bukan? Padahal saya dan beberapa anak buah saya sebenarnya hanya bekerja mengecat truk-truk yang ingin terlihat lebih tidak-biasa. Tapi perkataan saya tentang pengusaha terkenal itu sungguhan. Saya sudah terkenal oleh berbagai macam supir truk seantero Jawa. Mulai dari sekedar tulisan “doa ibu”, “jaga jarak aman”, “kutunggu jandamu”, gambar pemandangan, hingga lukisan artis ibu kota sudah pernah saya torehkan di truk-truk mereka. Bayarannya memang tak seberapa, tapi cukuplah untuk makan saya dan anak buah, juga keluarga kami.

Malam itu, pelanggan terakhir saya datang. Perawakannya biasa saja. Wajahnya mulus tercukur rapi. Ia memakai kaos berkerah berwarna putih gading dan celana panjang dari bahan yang lentur.

“Assalamu’alaykum, Bang! Ini bener tempat cat truk?”

“Iya, bener, Bos! Mau ngecat truk Bos? Sini, sini, masuk dulu. Silakan duduk dulu..”

“Iya, Bang. Ono noh, truk aye nyang di depan sono. Mau dicat penuh, full body” *saya sebenernya nggak ngerti istilah-istilahnya, jadi ngarang aja..-red*

“Mau tulisan, gambar, lukisan pemandangan, atau polos doang, Bos?”

“Gambar aje, Bang”

“Gambar apa, Bos? R*mbo? I*s D*hlia? N*kolas S*putra? D*di P*tet? Rumah adat? Atau yang lain?”

“Nggak, Bang. Aye minte digambarin kuburan. Kate istri aye, biar aye terus-terusan ingat kematian. Biar gak lalai katanye!”

“Kuburan?”

“Iye, Bang, kuburan..”

Aneh sangat. Sungguh. Dulu memang saya sempat tak habis pikir ketika ada Supir truk yang minta digambarkan tokoh kartun Naruto di bagian belakang truknya, karena keinginan anaknya. Tapi sekarang, kuburan? Kini saya benar-benar bingung.

================================================================================

Terinspirasi dari perjalanan Bandung-Bekasi, di travel DayTrans.

Advertisements

2 thoughts on “Kuburan?

  1. woo, manteb bener dah.. mending gambar neraka sekalian ajakali yak, jadi klo pengendara di belakang truk liat, inget bener2 ma kematian n neraka.. hummm
    *btwbarutauadatravelbandungbekasibesokbesoknaekdaytransajalah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s