1

Pagi itu


Hari itu saya sangat senang. Pagi itu kami adakan lagi pertemuan rutin mentoring kami berlima, dengan undangan hanya beberapa kata sms.

“Aslm. Kwn2, pertemuan pekan ini jadinya Selasa jam 06.30 di xxxxxxx ya..”

Semua hadir, tak peduli dengan untaian ujian dan tugas yang menuntut diselesaikan.

“Teh, saya ijin jam 7 kurang lima belas ya.. Jadi asisten praktikum fisika”, kata salah seorang yang juga akan menghadapi ujian siang harinya (bener gak ya?)

“Teh, ijin jam 7 ya.. Ada ujian jam 7”, dia juga akan menghadapi 2 ujian lagi siang dan sore harinya.

Dan dua laginya yang juga harus menghadapi 2 ujian hari itu.

Dan mereka semua hadir!

 

Percaya atau tidak, yang kalian lakukan memberi saya energi untuk beraktivitas selama seharian penuh hari itu.

0

Negeri Tanpa Nama


Melenggang ke tempat tanpa nama

Bercengkrama dengan sosok antah berantah

Merenung

Berpikir

Mencoba berdamai

 

Biarkan manusia hampa ini hidup di sini

Di negeri tanpa nama

Di rumah indah

Hanya mimpi

Hanya impian

Hanya khayalan

 

Biarkan dia mengais senyum di sana

Dia sedang mendulang perhatian yang dulu tak pernah ada

Biarkan dia di sana

Sampai saatnya nanti ia sudah dapat berdamai dengan waktu

Sampai saatnya nanti ia sudah melerai pertengkaran antara keadaan dan dirinya

================================================================

 

Tenang, gw bukan lagi galau.

Sedang mencoba mendalami emosi seorang penderita autis atau kepribadian ganda.

Psikologi itu menyenangkan!

2

Pembunuh Itu Bernama Perokok


Sejak kecil saya benci yang namanya perokok. Papa saya adalah perokok. Berarti saya benci papa saya? Ya nggak segitunya juga kaliii.. Saya nggak suka kalo dia ngerokok. Sejak kecil sudah berbagai cara saya tempuh untuk menyuruh papa saya berhenti merokok. Seperti:

  • Menyuruh mengganti rokok dengan permen
  • Menutup hidung atau menyalakan kipas angin jika dia mulai memantik api, sebagai aksi unjuk rasa
  • Menulisi SEMUA batang rokok yang ada di meja kerjanya dengan tulisan “DILARANG MEROKOK”
  • Menyembunyikan rokok-rokoknya. *tapi ini percuma saja, karena dia akan membeli lagi*
  • Memberikan buku “STOP” (buku kecil mirip rokok yang dijual di gramedia, isinya cara-cara untuk berhenti merokok)

Tapi sampai sekarang, cara-cara tersebut belum berhasil.

Saya benci dengan perokok. Saya memutuskan untuk menulis ini, pada suatu hari saya dan kawan-kawan sedang makan di sebuah warung tenda. Di sebelah saya ada anak muda yang merokok dan menghembuskan asapnya secara acak ke segala arah. Yak, sesuai namanya “asap”, maka ia akan menjalar ke semua tempat yang masih dinaungi udara, termasuk ke wilayah kekuasaan saya dan teman-teman di warung itu. Udara jadi sumpek. Makanan jadi tidak enak. Biasanya saya akan pura-pura batuk kalau ada orang yang seperti itu di sekitar saya. Tapi kali itu saya hanya menutup hidung dan mengibas-ngibas tangan, mengikuti irama kibasan teman-teman yang lainnya.

Saya benci perokok. Saya dulu pernah punya ide, yang mungkin akan saya ajukan ke LSM-LSM pecinta lingkungan nantinya. Saya ingin di warung-warung rokok atau di pedagang-pedagang keliling rokok dipasang poster besar. Poster itu bergambar paru-paru dan jantung yang terserang penyakit akibat merokok (atau menghirup asap rokok). Lalu di poster itu juga dituliskan, “APAKAH ANDA RELA PARU-PARU ANDA DAN ANAK-ANAK ANDA MENJADI SEPERTI INI?”. Kayaknya bagi bapak-bapak perokok yang sayang diri sendiri dan sayang anak-istri akan berpikir kembali seribu kali untuk merokok. Kemudian LSM itu juga bisa membuat kampanye “ORANG YANG TIDAK MEROKOK ITU SANGAT GAUL DAN HIGH-CLASS” untuk anak muda. Atau mungkin juga tulisan, “MEROKOK MENINGKATKAN GLOBAL WARMING” bagi mereka yang pecinta lingkungan.

Saya benci perokok. Perokok adalah pembunuh. Mereka sering merokok dimana saja, tanpa pandang siapa yang ada di sekitarnya. Mereka tak peduli ada anak-anak (bahkan bayi) di sana. Mereka tak peduli ada ibu-ibu di sana (bahkan ibu hamil). Mereka tak pikirkan kemungkinan ada pengidap asma di sana. Tak tahukah mereka bahwa bahkan asap rokok yang mereka hembuskan dapat berkali-kali lebih berbahaya bagi perokok pasif (orang yang tidak merokok namun menghirup asap rokok yang dihembuskan orang lain) daripada mereka sendiri (perokok aktif)?

Ya sudah lah ya, kalo mereka gak peduli dengan kesehatan diri sendiri. Tapi setidaknya mereka peduli akan HAM orang lain untuk hidup sehat dan nyaman. Mungkin jika mereka mau merokok, sebaiknya mereka memakai baju astronot, supaya asapnya gak terhirup orang lain. Atau seperti salah satu adegan di Kungfu Hustle dimana ada ibu-ibu yang menghabiskan rokoknya dalam sekali hirup *halah*.

Saya benci perokok. Orang-orang selalu berdalih kalo salah satu pemasukan negara terbesar adalah dari perusahaan rokok. Jadi pemerintah membangun jalan, sarana-prasarana umum, dan lain-lain dengan menjerumuskan rakyatnya sendiri? Saya sih malu kalau pemerintah saya seperti itu. Padahal banyak loh potensi di negara ini yang belum terberdayakan optimal.

Peace, fren! No offense 😀

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN

Mungkin marah-marah (apalagi terhadap tulisan ini) juga dapat menyebabkan hal yang sama.

5

Beberapa Hobi yang Berkaitan dengan Mobil


Ada beberapa hobi yang saya geluti berkaitan dengan mobil, truk, bis, yah kendaraan beroda empat apa pun lah.. Jangan kira hobi itu adalah hobi elit berupa jalan-jalan, modifikasi mobil, atau yang lainnya. Tidak, tidak sejauh itu. Tapi lebih jauh *apa sih*

Ketiduran di Mobil

Berdalih otolith (sistem keseimbangan yang ada di kepala) saya kurang baik, saya tidak bisa membaca atau ngobrol atau apa pun di mobil yang sedang berjalan. Jika saya melakukannya, maka dalam sekejap saya akan pusing. Sepertinya hobi ini adalah hal yang biasa, jadi lewatkan saja lah..

Mengamati orang-orang di angkot

Saya senang berlama-lama di angkot dan mengamati orang-orang di dalamnya. Saya senang melihat apa yang mereka lakukan, mengira-ngira apa yang mereka pikirkan, mengidentifikasi hubungan satu orang dan orang lainnya, dan lain-lain.

Menghitung nomor plat mobil

Saya senang menghitung apakah angka di plat mobil dapat dibagi tiga atau tidak, bisa dibagi sembilan atau tidak. Seperti pelajaran yang kita ketahui dari SMP *iya gak sih?*, suatu bilangan habis dibagi tiga jika jumlah semua digit-digitnya habis dibagi tiga. Begitu pula dengan sembilan. Misalnya 2863761 habis dibagi tiga, karena 2+8+6+3+7+6+1=33 habis dibagi 3, atau 2736 habis dibagi sembilan, karena 2+7+3+6=18 habis dibagi 9. Kebiasaan ini saya lakukan sejak SMA, ketika termenung di metromini ketika sepulang sekolah *halah*. Saking sudah terbiasanya, saya yakin kalau ada kuis “Apakah Bilangan Ini Habis Dibagi 3?” di suatu stasiun televisi, saya akan memenangkannya, hoho..

Menganalisa Mood Mobil

Hobi ini saya mulai ketika kuliah, bermula di halaman belakang masjid Salman, di mana banyak mobil terparkir berjejeran di sana. Tiba-tiba terlintas sesuatu di pikiran saya, “wah mobil itu tampangya garang. Yang itu lagi ngantuk”. Hobi itu semakin senang saya geluti, apalagi setelah menemukan teman sejawat yang memiliki kemampuan analisa mood mobil yang sama: Dwi Yoshafetri Yuna. Jadi jika Anda menatap bagian depan atau belakang mobil, dan dapat mengetahui mood mobil tersebut, mungkin kita bisa berteman baik.

0

Seandainya Bapak-Bapak Pejabat Itu Ikut Mentoring


Hari ini saya menghadiri mentoring-mentoring agama yang sangat menyenangkan! Di sana saya belajar dan diingatkan tentang banyak hal. Pagi hari, kami membahas tentang sirah Rasulullah Muhammad SAW. Siang hari, kami membahas tentang ukhuwah. Sore hari, kami membahas tentang prioritas amal. Setidaknya, ada beberapa hikmah mentoring yang saya sintesiskan dari hari ini:

  1. Menambah wawasan dan pengetahuan
    Tadi saya baru tahu kalo kebocoran nuklir di Jepang tuh ternyata sudah mereda emisinya. Dan katanya nuklir itu aman, asalkan pelindung nuklirnya digandakan.
  2. Charger ruhiyah
    Ketemu temen-temen yang lain, ngobrol sama adik-adik, tilawah, berdoa, membahas keagamaan, dll bener-bener bisa bikin ruhiyah kita kembali fresh!
  3. Sarana saling mengingatkan
    Tadi kami saling mengingatkan untuk itsar, untuk menggali sirah rasul lebih dalam, untuk tidak menunda-nunda shalat, dll. Kami juga ngebahas tentang Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang keren banget. Bayangkan, ketika anaknya ingin bicara di ruangan Umar, dia pertama bertanya dulu, “hal apa yang ingin dibicarakan, urusan umat atau urusan pribadi”. Anaknya menjawab bahwa itu adalah urusan pribadi. Maka sekonyong-konyong, Umar mematikan lampu yang menerangi ruangannya. Anaknya bertanya, kenapa beliau mematikan lampu. Beliau menjawab, “lampu ini nyalanya dibiayai dari uang umat. Maka ketika kita akan membicarakan urusan pribadi, kita tidak pantas menggunakannya”. Kira-kira begitu lah..
  4. Mengeratkan ukhuwah
    Di sana kami berbagi masalah satu dengan yang lain, dan berusaha bersama mencari solusinya.
  5. Meningkatkan awareness pada keadaan sekitar
    Tadi kami seru banget pas ngobrolin tentang fiqh prioritas dan hubungannya dengan fiqh perbandingan. Sampe menyangkut-nyangkut ke nuklir, rektor, masjid, utang negara, gedung DPR, dll.

Saya jadi mikir, coba pejabat-pejabat di pemerintahan dan di semua tingkatan ikut mentoring.. Pasti korupsi bisa diminimalisir dengan sangat efisien. Kalo ada satu orang yang kesulitan uang, dia bisa sharing dengan teman sekelompoknya. Dan mungkin aja temen sekelompoknya bisa bantuin, jadi dia nggak perlu ngambil uang yang bukan haknya. Kalo ada yang tergoda suap atau korupsi, ada tempat saling mengingatkan. Kalo dia lagi pengen nepotisme, dia teringat lagi dengan kisah-kisah Rasul jaman dahulu yang bahkan pernah berkata bahwa kalo anaknya mencuri, dia gak akan segan-segan memberlakukan hukuman yang sama. Kalo dia lagi capek kerja, dan akhirnya memutuskan untuk korupsi waktu. Maka dengan mentoring, dia akan ter-charge lagi semangat dan ruhiyahnya dengan mentoring.

Ya begitulah kira-kira..

1

Pengen nulisss!!


Udah beberapa minggu gak nulis. Pengen nulis tapi gak ada ide. Sekalinya ada ide, gak sempet. Sekalinya sempet, males..

Kenapa ya??

Saya mencoba menganalisis beberapa kemungkinan penyebabnya dan solusinya:

  1. Belakangan ini saya lagi koleris abis, jadi jiwa melankolisnya terpendam *tsaaah*. Solusinya: saya baca cerpen-cerpen atau novel orang lain (untungnya di Salman lagi ada bazaar buku, hoho)
  2. Belakangan saya kurang peka pada keadaan sekitar, makanya gak ada ide tulisan. Solusinya… Apa ya? Banyak berpikir, merenung di angkot, ngobrol, dll
  3. Belakangan lagi gak bawa buku “catatan” kemana-mana dan males buka laptop. Solusinya: bawa buku dan alat tulis kemana pun
  4. Kegiatan yang monoton. Semester lalu saya masih banyak nulis gara2 kuliahnya gak begitu banyak di IF atau pas liburan. Kalo sekarang kuliah saya (apalagi dengan tubes), hanya berkutat di sekitar labtek Benny Subianto. Solusinya, banyak jalan-jalan n ngobrol sama orang.

Sekian dulu lah yaa..