Seandainya Bapak-Bapak Pejabat Itu Ikut Mentoring


Hari ini saya menghadiri mentoring-mentoring agama yang sangat menyenangkan! Di sana saya belajar dan diingatkan tentang banyak hal. Pagi hari, kami membahas tentang sirah Rasulullah Muhammad SAW. Siang hari, kami membahas tentang ukhuwah. Sore hari, kami membahas tentang prioritas amal. Setidaknya, ada beberapa hikmah mentoring yang saya sintesiskan dari hari ini:

  1. Menambah wawasan dan pengetahuan
    Tadi saya baru tahu kalo kebocoran nuklir di Jepang tuh ternyata sudah mereda emisinya. Dan katanya nuklir itu aman, asalkan pelindung nuklirnya digandakan.
  2. Charger ruhiyah
    Ketemu temen-temen yang lain, ngobrol sama adik-adik, tilawah, berdoa, membahas keagamaan, dll bener-bener bisa bikin ruhiyah kita kembali fresh!
  3. Sarana saling mengingatkan
    Tadi kami saling mengingatkan untuk itsar, untuk menggali sirah rasul lebih dalam, untuk tidak menunda-nunda shalat, dll. Kami juga ngebahas tentang Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang keren banget. Bayangkan, ketika anaknya ingin bicara di ruangan Umar, dia pertama bertanya dulu, “hal apa yang ingin dibicarakan, urusan umat atau urusan pribadi”. Anaknya menjawab bahwa itu adalah urusan pribadi. Maka sekonyong-konyong, Umar mematikan lampu yang menerangi ruangannya. Anaknya bertanya, kenapa beliau mematikan lampu. Beliau menjawab, “lampu ini nyalanya dibiayai dari uang umat. Maka ketika kita akan membicarakan urusan pribadi, kita tidak pantas menggunakannya”. Kira-kira begitu lah..
  4. Mengeratkan ukhuwah
    Di sana kami berbagi masalah satu dengan yang lain, dan berusaha bersama mencari solusinya.
  5. Meningkatkan awareness pada keadaan sekitar
    Tadi kami seru banget pas ngobrolin tentang fiqh prioritas dan hubungannya dengan fiqh perbandingan. Sampe menyangkut-nyangkut ke nuklir, rektor, masjid, utang negara, gedung DPR, dll.

Saya jadi mikir, coba pejabat-pejabat di pemerintahan dan di semua tingkatan ikut mentoring.. Pasti korupsi bisa diminimalisir dengan sangat efisien. Kalo ada satu orang yang kesulitan uang, dia bisa sharing dengan teman sekelompoknya. Dan mungkin aja temen sekelompoknya bisa bantuin, jadi dia nggak perlu ngambil uang yang bukan haknya. Kalo ada yang tergoda suap atau korupsi, ada tempat saling mengingatkan. Kalo dia lagi pengen nepotisme, dia teringat lagi dengan kisah-kisah Rasul jaman dahulu yang bahkan pernah berkata bahwa kalo anaknya mencuri, dia gak akan segan-segan memberlakukan hukuman yang sama. Kalo dia lagi capek kerja, dan akhirnya memutuskan untuk korupsi waktu. Maka dengan mentoring, dia akan ter-charge lagi semangat dan ruhiyahnya dengan mentoring.

Ya begitulah kira-kira..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s