Sisy dan Syifa


Hai, aku Sisy, murid kelas 3 SD. Sekolahku berjarak sepuluh menit dari rumah. Aku selalu berangkat ke sekolah berjalan kaki dengan kakakku. Namanya Syifa. Dia kelas 6 SD. Keluargaku sangat percaya dengan propaganda keluarga berancana yang ada di iklan-iklan televisi, sehingga keluarga kami hanya memiliki empat orang anggota. Makanya, kakakku adalah orang yang selalu menjadi andalanku, baik ketika mengerjakan PR, melawan teman yang jahil di sekolah, ataupun membelaku ketika aku dimarahi mama-papa. Untuk menghadapi orang tua yang mudah naik darah, kami harus kompak dan menyatukan kekuatan!

Setiap malam kamu mengerjakan PR bersama. Sesuai mandat dari mama, kakak harus membantuku mengerjakan PR, jika ada soal yang tidak kumengerti. Dan sayangnya, hal itu sering sekali terjadi. Maklumlah.. IQ-ku tidak terlalu tinggi. Sedangkan kakak? Wow, dia seorang jenius!

Malam itu kami kembali mengerjakan PR bersama. Dia diberi PR kerajinan tangan, dan aku punya PR matematika. Pasti aku butuh banyak bantuan kakak! Tapi entah kenapa beberapa hari ini kakak sangat murung dan ber-mood jelek. Ketika kutanyai apa-apa, dia hanya diam. Semaksimal-maksimalnya, dia hanya mengangguk atau menggeleng, itu pun hanya beberapa kali.

Capek dengan sikap kakak yang seperti itu, aku membereskan buku tulis dan LKS-ku dari meja dan menyorongkannya ke pangkuan mama.

“Minta ajarin kakak, gih!”, elak mama yang sedang asik membaca majalah.

“Kakaknya ditanyain diem mulu, ma..”, jawabku kesal. Sepertinya kekesalan itu mudah menular lewat udara. Mama ikut kesal, dan dengan nada tinggi berkata, “Syifa, bantuin Sisy ngerjain PR dong!”

Kakak langsung membanting tugas anyamannya ke lantai, dan menerobos masuk ke kamar. Mama menyusulnya, terheran-heran, “Syifa, kamu kenapa sih?”

“Giliran adek aja, diperhatiin terus! Hari Minggu lalu kan Syifa minta dianterin beli bahan-bahan kerajinan tangan ke Gramed. Tapi mama lupa! Mama nganterin adek ke rumah temennya!”, ucap kakak di antara sesenggukan tangisnya.

Oh, kakak.. Maafin Sisy.. Sisy gak tau kalo kakak hari itu mau ke Gramed. Sisy gak tau kakak marah gara-gara itu.. Maafin Sisy kak.. Kita harus kompak lagi, Kak!

==================================================================

Untuk saudara-saudariku di semua tempat permainan. Ayo kita kompak lagi..

Advertisements

One thought on “Sisy dan Syifa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s