Rumah Kosong


Hei, ini ada sebuah ide “sosial”. Saya tidak begitu tertarik membuatnya. Tapi mungkin ini bisa ngasih ide untuk teman-teman yang baca tulisan ini.

Beberapa hari yang lalu saya -seperti kebanyakan umat muslim Indonesia lainnya saat lebaran- berkeliling Jakarta untuk silaturahim ke rumah saudara-saudara. Di sepanjang perjalanan dalam kompleks perumahan, banyak rumah kosong yang ditelantarkan pemiliknya. Mungkin karena pemiliknya punya rumah lain. Bahkan ada rumah yang sampai ditumbuhi tanaman merambat sampai setinggi dinding rumah. Padahal banyak orang yang terpaksa tinggal di kolong jembatan, di pinggir sungai, atau di trotoar depan rumah ibu kontrakan saya. Coba bayangkan, jika ada sebuah lembaga sosial yang bisa menjadi perantara antara si pemilik rumah kosong dengan si tak-punya-rumah, kayaknya bakal asik! Jadi si pemilik rumah bisa tenang karena rumahnya ada yang membersihkan dan menjaga. Dan yang tak punya rumah bisa tenang karena ada tempat bernaung.

Tentu saja lembaga sosial itu harus memikirkan juga tentang urusan pajak bumi dan bangunan, uang keamanan, iuran kebersihan, dan kemungkinan perusakan rumah, serta jika tiba-tiba si pemilik rumah ingin menempati kembali rumah kosongnya.

Advertisements

One thought on “Rumah Kosong

  1. kalo dari segi bisnisnya, seperti rental rumah.. tapi kalo diliat dari sisi sosialnya sepertinya ide yang sangat bagus, apalagi tuna wisma nya ga perlu mengeluarkan sedikitpun uang receh. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s