Sarang Semut


Di pojok rumah, terdapat sarang semut. Banyak semut yang tinggal di sarang itu, dan apabila mereka keluar, maka mereka akan mengganggu pemilik rumah dengan “menyemuti” makanan, mengotori dinding dan lantai, bahkan menyengat.

Suatu saat, anak kecil yang tinggal di rumah tersebut disengat oleh semut tersebut. Ia sangat kesal. Rasanya gatal. Kakinya menjadi bengkak. Kesal sekali. Akhirnya ia memutuskan untuk membakar sarang semut tersebut. Namun, karena kurang hati-hati, api justru merambat ke seluruh rumah. Sarang semut berhasil dienyahkan jadi abu, namun seluruh rumah ludes terbakar. Bersyukur seluruh anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri.

Kisah ini hanya fiksi karangan saya. Pesan moral:

Jangan menghancurkan sebuah “rumah” hanya untuk membasmi “sarang semut kecil” di pojokan rumah.

Advertisements

2 thoughts on “Sarang Semut

    • kucrit, tadinya di sini ada comment orang jualan sarang semut juga.. Tapi menyebalkan: tiba-tiba comment di tulisan orang, dan serta merta menjual sarang semut (yang sebenarnya gak ada hubungannya dengan tulisan). Dihapus sajaa~
      Huh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s