Saya Orang Kaya


Anak-anak kecil itu tinggalnya di sekitar rumah saya di kebon kembang. Mereka suka main di teras rumah saya yang luas dan polos (?). Mulai dari main sepak bola-sepak bolaan, kartu, lompat-lompat, lari-lari, sampai berenang-berenang kalau lagi hujan (mereka dengan niatnya membawa berliter-liter air kemudian membuat wahana berenang dan seluncur air di teras).

Sore ini mereka bermain lagi di halaman rumah. Pertama main bola, beberapa kali kena jendela (dan saya takut jendelanya pecah). Lalu mereka main “saya orang kaya saya orang miskin”. Kalian tahu permainan ini? Dulu saya sering memainkannya waktu SD. Jadi begini permainannya…

Pemain dibagi menjadi dua kelompok sama besar. Jika pemain berjumlah ganjil, maka beruntunglah kelompok yang memiliki pemain lebih banyak. Kemudian mereka bergandengan tangan dengan sesama teman kelompok, dan berdiri berhadap-hadapan dengan kelompok lawan. Satu kelompok adalah orang kaya, kelompok lainnya adalah orang miskin. Lalu mereka menyanyikan lagu ini:

“Saya orang kaya, saya orang kaya” (kelompok orang kaya melangkah ke depan beberapa langkah)

“Saya orang miskin, saya orang miskin” (kelompok orang miskin melangkah ke depan beberapa langkah)

“Saya minta anak, saya minta anak” (kelompok orang kaya melangkah ke depan lagi)

“Namanya siapa, namanya siapa” (kelompok orang miskin melangkah ke depan lagi)

“Namanya Mega, namanya Mega” (kelompok orang kaya melangkah ke depan lagi).

“Mega lekas pergi, jangan kembali lagi” (kelompok orang miskin melangkah ke depan, anak yang disebut namanya harus pindah ke tim lawan)

Saya jadi berpikir permainan ini punya efek jelek juga ya?

  1. Kalau jadi orang kaya, saya dulu selalu memilih teman dekat saya untuk diminta, haha.. Nepotisme.
  2. Si orang kaya dengan mudah meminta anak orang lain. Si orang miskin dengan mudah memberikan anaknya, trus dilarang kembali lagi. Apakah ini cikal-bakal human traficking (bener gak ya tulisannya)?
  3. Dari kecil mereka udah diajari untuk membeda-bedakan orang kaya dan orang miskin.

Yah, bagaimana pun ini hanyalah permainan anak-anak. Siapa pun penciptanya, dan bagaimana pun penyebarannya, permainan ini sangat hebat bisa bertahan sampai sekarang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s