Essay: Sukses Terbesar dalam Hidupku


Perkenalkan nama saya Mega. Saya adalah orang yang selama ini agak penakut, yang jarang bisa tampil di muka umum, dan terlalu perhitungan dengan risiko. Maka inilah yang menurut saya merupakan keberhasilan terbesar saya: Sekolah Bermain Balon Hijau. Itu adalah tempat saya bisa keluar dari diri saya yang penakut, tempat saya belajar tampil di muka umum, dan tempat kejadian langka terjadi: kespontanan terjadi dari diri saya.

Saat itu merupakan tahun-tahun terakhir masa perkuliahan saya. Saya dan dua orang teman sedang merenungi tentang kontribusi kami untuk masyarakat sekitar. Saat itu karena kami sudah menjadi angkatan tua, maka kami sudah tidak banyak mengikuti organisasi-organisasi di kampus, dan kami merasa hampa. Maka tercetuslah ide tersebut, ide untuk membuat sebuah sekolah anak-anak.

Kami secara spontan menyetujui ide tersebut. Kami bertiga merupakan mahasiswa jurusan teknik yang tidak memiliki latar belakang kuliah pendidikan, atau psikologi, atau yang sejenisnya. Kami yang akan mengajar langsung. Yang diajar adalah anak-anak usia dini yang bahkan belum lancar berkomunikasi dan memahami perkataan orang lain. Maka saya anggap itu adalah ide yang cukup gila.

Kespontanan itu berlanjut. Keesokan harinya kami langsung mendatangi sebuah PAUD, dimana teman kami yang jurusan Psikologi UI mengajar. Kami meminta panduan kurikulum dari beliau. Setelah itu, kami mendatangi teman lainnya yang mempunyai usaha cafe di daerah Tubagus Ismail. Cafe tersebut baru buka di sore hari, sehingga kami meminta izin untuk menggunakannya di pagi hari. Gayung bersambut, permintaan kami disetujui. Beberapa hari kemudian, kami langsung mengunjungi ketua RT/RW setempat untuk meminta izin, dan jalan kami ternyata mulus.

Namun ada masalah selanjutnya. Bagaimana mengumpulkan murid-murid yang akan belajar? Ketua RW waktu itu mengusulkan untuk menyebar brosur di kegiatan posyandu yang akan digelar minggu depan. Maka kami langsung membuat brosur sederhana, dan tiga orang ini mencemplungkan diri di kegiatan posyandu hari itu. Kami menyelinap di antara ibu-ibu yang sedang menimbang berat badan bayi, untuk menyebarkan brosur dan memberikan penjelasan. Saat itu hanya sedikit ibu-ibu yang mendaftar.

Hari pertama sekolah dimulai, dan kami bertiga yang langsung terjun mengajar anak-anak itu. Jumlah yang sedikit saat pendaftaran ternyata berkembang pesat menjadi tiga kali lipat saat hari pertama sekolah, berkat kekuatan gosip ibu-ibu.

Kami pun mengajak teman-teman sesama mahasiswa lainnya yang peduli pendidikan anak-anak untuk bergabung, dan mereka antusias. Kami bermimpi, kami belajar, kami mengajar, kami mengevaluasi. Semuanya sudah seperti keluarga waktu itu. Semuanya bersemangat. Bahkan ada seorang guru yang pindah ke kota lain untuk meneruskan kuliah, dan membuka sekolah bermain yang baru di kota tempat tinggalnya. Namanya Sekolah Bermain Matahari. Dia pun mengajak rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk bergabung.

Selain mengajar anak-anak, kami juga mengadakan kajian bulanan untuk orang tua murid. Materi yang diberikan seputar parenting, seperti psikologi anak, kebutuhan gizi, dan lain-lain. Kami mengundang narasumber-narasumber yang kompeten, sesuai dengan materi yang disampaikan. Sambutan dari orang tua murid? Cukup antusias.

Dari sekolah ini, saya banyak belajar. Kami banyak belajar. Kami belajar pendidikan. Kami banyak berinteraksi dengan masyarakat. Kami juga termotivasi untuk mempersiapkan diri menjadi orang tua yang baik bagi generasi selanjutnya. Terutama bagi saya, saya berhasil keluar dari diri saya yang lama, menjadi diri saya yang sekarang ini lebih optimis dan berani mengambil risiko.

Sampai saat ini, sekolah tersebut masih berjalan, dengan diteruskan dari generasi ke generasi adik kelas. Sekarang pengajar di sana sudah menginjak generasi ke-6, dan sekolah tersebut sudah berjalan kurang lebih 5 tahun.

*Dibuat untuk memenuhi syarat beasiswa LPDP. Apa daya berkasnya kurang, jadi gak bisa di-submit -___-”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s