0

Laba-Laba


Gara-gara blognya tidak pernah jarang diupdate, jadi banyak sarang laba-labanya.

Jadi perkenalkanlah, ini laba-laba peliharaan saya.

Laba-laba Peliharaan

Laba-laba Peliharaan

Btw, laba-laba itu salah satu hewan yang diilhami oleh Allah untuk melindungi Rasulullah sewaktu akan hijrah dan dalam pengejaran kaum kafir Mekkah. Laba-labanya buat sarang di depan pintu gua sehingga para pengejar tidak mengira bahwa ada orang di dalam gua :3

#garing
#absurd
#gajelas
#hiduplabalaba!

0

Dua Sisi Koin


Jika kau merasa sedih tak berkesudahan, mungkin kau terlalu lama memandangi hanya satu sisi saja dari koin yang kau pegang. Coba lakukan langkah-langkah berikut ini!

1. Coba buka tanganmu. Jangan lewatkan langkah ini! Karena jika tidak, kau tidak akan bisa melakukan langkah nomor 2.
2. Balikkan koinmu, tangkupkan pada tanganmu yang satu lagi.
3. Sekarang tatap sisi koin satu lagi, yang selama ini selalu tersembunyi, sedang tersenyum padamu.

Sekarang, apa hal pertama yang terlintas di pikiranmu dengan kata-kata berikut ini:
– rumah kecil
– rumah besar
– rumah jauh
– rumah dekat
– mobil mewah
– mobil mogok

Apa yang kau pikirkan bisa sedikit banyak menjadi refleksi, bagian koin mana yang terlalu lama kau lihat.

Karena, bersama kesulitan ada kemudahan.

#Self-talking

0

Lagi Ngapain, Nak?


Kemarin saya ikut acara pelatihan mendongeng di Yayasan Karya Pemuda, di dekat rumah. Saya diberi tugas untuk menjaga stand bazar di depan ruangan acara. Di sana ada saya menjaga penjualan wayang-wayangan untuk mendongeng, DVD mendongeng, dan boneka tangan (promosi: ada yang mau beli boneka tangan? Hehe).

Anak-anak kecil yang datang di acara itu senang sekali melihat berbagai macam wayang lucu mampir di depan mereka. Serentak mereka langsung mengambil beberapa untuk dilihat. Ya sudah, sekalian saya saya minta bantuan mereka untuk mengelompokkan wayang berdasarkan gambarnya. Mereka senang membantu. Saya pun senang dibantu.

Tapi beberapa saat kemudian ada beberapa ibu yang bilang ke anaknya, supaya duduk tenang dan tidak mengganggu. Saya jadi mikir, kok banyak ibu-ibu yang mendahulukan negative thinking kepada anak-anaknya sendiri, ya? Setidaknya tanyakan dulu, “lagi ngapain, Nak?”

Kan mereka sedang membantu, bukan memporakporandakan dunia *lebay*. Dulu saya juga kalau mau bantu masak di dapur, pasti selalu diusir. Takut mengganggu katanya. Padahal kan bisa berikan tugas super ringan kepada si anak. Selain melatih tanggung jawab dan kepercayaan diri, membuat anak senang, bisa membantu sepersekian persen kerjaan orang tua juga.

0

Mukjizat


Beberapa hari yang lalu saya nonton program Tafsir Surat Pilihan Al-Baqarah di MNC Muslim. Bahasannya tentang tiap rasul punya keistimewaan masing-masing. Setiap rasul itu diutus ke kaumnya yang memang sudah disesuaikan. Ada yang punya mukjizat gak mempan dibakar api karena itu yang cocok dengan kaumnya, bisa bicara dengan hewan karena itu yang cocok dengan kaumnya, diturunkan Al-Qur’an kepadanya karena itu yang cocok dengan kaumnya, dan sebagainya.

Saya jadi mikir dan bersyukur sekali bahwa Nabi Muhammad lah yang diutus ke umat yang saya tergolong di dalamnya. Al-Qur’an itu sudah sangat integral sehingga match dengan umat manusia saat ini -yang katanya punya intelektualitas tinggi-. Al-Qur’an membahas teknologi, menjelaskan ibadah, mengupas rahasia alam, menceritakan kisah, memberi petunjuk sistem hidup (politik, ekonomi, sosial, pendidikan), dan lain-lain.

*ngebayangin kalo zaman sekarang tiba-tiba ada yang ngaku rasul dan membakar dirinya sendiri dan tetap hidup. Atau misalnya ada yang punya tongkat yang bisa berubah jadi ular. Pasti kebanyakan orang masa kini akan mengasosiasikan dengan dukun. Atau pemelihara jin. Atau salah satu drama di Ind*s*ar. Haha..

0

Baik


Sering orang (bahkan orang Muslim) berkata ke orang lainnya, “Jadi orang jangan baik-baik amat..”

Dan saya mikir: kok gitu?

Emangnya role model mereka siapa? Kok mereka berpendapat begitu?

Katanya mereka meneladani Nabi Muhammad kan?

Nabi Muhammad kan orang super baik..

Hmmm..

0

Bahagia


Hampir semua orang pasti berteman dengan orang yang bisa membuat dirinya senang, bahagia. Itu gak bisa dibilang oportunis kan?

Tapi, yang menentukan seberapa kerennya orang itu, adalah standar kebahagiaannya. Ada yang bahagia kalo makan gratis tiap hari. Ada yang seneng banget kalo punya temen yang bisa diajak  ke mana-mana. Ada yang hepi bisa berbuat banyak hal berguna. Ada yang bahagia dengan cara sesederhana membuat orang lain bahagia.

Apa standar kebahagiaanmu?