0

Aku Ingin Aku Merdeka


Aku ingin aku merdeka!

Aku?

Ya, aku!

Yakin?

Ya, aku!

Bukan kita?

Aku!

Mungkin kalian?

Aku!

Aku?

Aku, aku, aku!

 

Pokoknya, aku ingin aku merdeka!

Ingin?

Ya, ingin!

Seberapa ingin?

Saaaangat ingin!

Kuantifikasikan!

Ah, tak terhitung inginku!

 

Pokoknya, aku ingin aku merdeka!

Harus?

Ya, harus merdeka!

Bebas? Lepas? Tanpa belenggu?

Bukan.. Aku ingin aku merdeka!

Merdeka? Apa itu?

Merdeka, ya merdeka! Titik.

Kenapa?

Pokoknya, aku ingin aku merdeka!

Bagaimana?

Itu aku belum tau..

0

Dan Kucing Pun Bernyanyi


Jam berdetak

Roda berputar

Awan bergerak

Angin bertiup

Dan kucing pun bernyanyi

Meoooong, meeeouuung, eooong!

Matahari bersembunyi

Hujan turun

Hujan malu dan pergi

Langit terang

Dan kucing pun bernyanyi

Meoooong, meeeouuung, eooong!

Bakar, bakar lagi kembang apinya!

Bakar lagi kesenangan kita!

Manusia berkumpul

Manusia bernyanyi

Manusia berpesta

Kembang api menyala

Petasan bergema

Manusia tertawa

Bakar, ada kebakaran!

Ada kebakaran!

Manusia menangis

Manusia menggigil

Manusia merintih

Manusia kelaparan

Manusia kebanjiran

Manusia kehilangan

Manusia ketakutan

Dan kucing pun ikut bernyanyi

Meoooong, meeeouuung, eooong!

0

Untuk Para Wanita


Beberapa hari yang lalu ngeliat wanita berkerudung duduk berduaan dengan seorang laki-laki sebaya. Sering juga ngeliat wanita berkerudung jalan berdua dengan laki-laki sebaya, dengan jarak kurang dari sejengkal *lebay*. Sediiih.. Yah, berharap saja itu ternyata kakak/adik/suami/bapak/paman/kakek/keponakan/anaknya..

=======================================================================================

Ayolah, para wanita, mulailah hargai dirimu dengan nilai yang tinggi!

Masa’ hanya berbekal sms “gombal” (atau bahkan sms tausiyah), lantas mereka bisa seenaknya “nge-take” dirimu, menyabotase banyak pilihan lain untuk masa depanmu?

Masa’ hanya berbekal sekali-dua kali antar jemput, lantas mereka bisa seenaknya genggam tanganmu?

Masa’ hanya berbekal satu-dua hadiah, lantas mereka bisa seenaknya kuasasi hati dan pikiranmu?

Masa’ hanya berbekal sedikit kemampuan stalking media sosial dan beberapa ribu pulsa internet, lantas mereka bisa seenaknya pandangi wajah manismu?

Ayolah, para wanita, mulailah hargai dirimu dengan nilai yang tinggi!

Harga yang harus dibayar untuk bisa masuk dalam hidupmu dan menjadi orang yang kaucinta haruslah lebih mahal dari itu:

Komitmen seumur hidup, dalam rangka ibadah kepada Sang Pemilik Hidup.

Hei, bukankah itu penawaran yang lebih baik?

Ayolah, para wanita, mulailah hargai dirimu dengan nilai yang tinggi!

 

*Gilaaa, kesannya gue “feminis” banget yak?

0

No Title (1)


Kadang kau terjaga

Bertanya-tanya

Siapa aku?

Di mana aku?

Kenapa aku begini?

Kenapa aku melakukan ini?

Terus bertanya

Menuju keputusasaan

Lalu ia datang

Menggodaimu

Mengejekmu

Membantumu bertanya-tanya

Kenapa kamu begitu?

Aku pun setuju

Kenapa aku begini?

Aku harus bagaimana?

Dia yang mempertanyakan

Kemudian kembali bertanya

Kembali mengolok-olok

Dan aku pun semakin tak tahu

Semakin menghilang

Menghilang ke dalam diri

Dan menerobos keluar entah kemana

Ingin tinggalkan rasa tak nyaman

Namun semakin ketat terjerat olehnya

Ketika kau hampir hilang sempurna

Kembali muncul pertanyaan

Siapa aku?

Apa yang harus kulakukan?

Untuk apa aku ada?

Dan dia hanya tertawa sinis

0

Tak Akan Sama Lagi


Semua tak akan pernah sama lagi

Tak akan ada hari-hari yang sama

Tak akan ada tempat-tempat yang sama

Tak akan ada kondisi-kondisi yang sama

Maka,

Bermanja-manja dengan masa lalu adalah sebuah kecerobohan

Bimbang akan bergerak atau tidak adalah sebuah kebodohan

Merasa sendirian adalah sebuah kesalahan

Terkecoh akan niat selain untukNya adalah sebuah hambatan

Terlalu mempersoalkan masalah remeh-temeh adalah sebuah kesia-siaan

Semua tak akan pernah sama lagi

Maka,

Diperlukan pejuang-pejuang yang jauh lebih tangguh

Diperlukan kesabaran yang lebih kokoh

Diperlukan kesetiaan yang lebih kuat

Diperlukan mimpi yang lebih besar

Tak ada gunanya keluhan dan cacian

Saling dongkol, saling iri, saling benci, dan saling khianat harus kita musnahkan

Karena semua tak akan pernah sama lagi.

0

Negeri Tanpa Nama


Melenggang ke tempat tanpa nama

Bercengkrama dengan sosok antah berantah

Merenung

Berpikir

Mencoba berdamai

 

Biarkan manusia hampa ini hidup di sini

Di negeri tanpa nama

Di rumah indah

Hanya mimpi

Hanya impian

Hanya khayalan

 

Biarkan dia mengais senyum di sana

Dia sedang mendulang perhatian yang dulu tak pernah ada

Biarkan dia di sana

Sampai saatnya nanti ia sudah dapat berdamai dengan waktu

Sampai saatnya nanti ia sudah melerai pertengkaran antara keadaan dan dirinya

================================================================

 

Tenang, gw bukan lagi galau.

Sedang mencoba mendalami emosi seorang penderita autis atau kepribadian ganda.

Psikologi itu menyenangkan!