IRONi MAN


Aku, Kakakku dan Koruptor

Hai aku Farhan! Aku punya seorang kakak, namanya Rudi. Kami sering mengobrol bersama. Kakakku seorang mahasiswa di universitas negeri ternama. Hari ini dia bercerita tentang aksi yang dia lakukan bersama teman-temannya. Katanya sih, mereka menuntut supaya para koruptor dijebloskan ke dalam penjara atau dihukum gantung. Katanya juga, koruptor itu telah mengambil uang rakyat sebanyak ratusan miliar! Di sela-sela ceritanya, HP nokia kakakku berdering. Ia menjawabnya. Di seberang terdengar suara teman dekat kakakku. Mereka berbicara cukup lama. Di tengah-tengah pembicaraan, kakakku berkata, “Eh, gue belon ngerjain laporan kimia nih.. Pinjem punya lo dong..”

Yaaah, saya kecewa.. Habis aksi menuntut koruptor, dia mau nyontek laporan orang lain.. Ckckck.. Ironi..

==============================================================

 

No polution, please!

Hai aku Farhan! Ayahku seorang pengusaha di bidang perikanan. Perusahaannya mengolah ikan mentah menjadi ikan kalengan. Hari ini ia pulang dari kantor sambil bersungut-sungut, “dasar pabrik-pabrik kurang ajar!”

“Kenapa sih, Yah?”

“Itu, tuh.. Mereka buang limbah sembarangan ke laut. Ikan-ikan laut pada mabok semuanya! Bulan ini ikan yang bisa diolah cuma setengah dari jumlah biasanya! Yang lainnya rusak semua!”

“Jadi gimana dong, Yah?”

“Besok Ayah mau ke sana, menuntut mereka,” Ayahku mengeluarkan rokok kretek dari dalam sakunya. Ia memantiknya dengan korek api gas. Dihirupnya tiga kali dalam-dalam. Kemudian dihembuskannya ke udara, membiarkan asap putih menari-nari bersatu dengan udara.

Yaaah, saya kecewa.. Habis marah-marah gara-gara pencemaran lingkungan, Ayah mencemari udara dengan asap rokoknya.. Ckckck.. Ironi..

===============================================================

 

Si Komo Lewat

Hai aku Farhan! Ibuku adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Hobinya adalah belanja, jalan-jalan, belanja, eh, belanja udah disebut ya tadi?

Hari ini, sebagai kewajibanku sebagai anak laki-laki, aku menemani ibuku belanja ke department store ibu kota. Katanya, “kamu sebagai laki-laki harus melindungi ibu. Kalo ibu kenapa-kenapa di jalan gimana?”. Tapi aku tahu, ‘kenapa-kenapa’-nya ibu adalah: kecapean menenteng belanjaan, kehausan sehingga harus dibelikan minum, atau tangan terlalu penuh belanjaan sehingga tidak bisa menyetop angkot.

Ya, kami biasa menggunakan jasa kendaraan umum jika pergi kemana-mana. Hari ini kami pergi menjelang siang. Seharusnya jam segini, jalanan sudah tidak macet. Tapi nyatanya, walaupun sudah setengah jam, angkot kami hanya berpindah sejauh beberapa meter.

“Ada pejabat lewat, bu. Kendaraan lainnya dilarang lewat dulu”, begitu keterangan yang diberikan bapak sopir.

“Haduuuh, pejabat tuh maunya apa sih? Ini kan jalanan umum. Bukan jalanan punya dia aja. Nggak memperhatikan kepentingan publik! Kok bisa ya jadi pejabat?”, ibu langsung merepet panjang.

Setelah satu jam, akhirnya jalan kembali dibuka, dan angkot kami berjalan mulus. Di halte berikutnya, ada seorang nenek tua melambaikan tangannya, bermaksud menghentikan angkot yang kami naiki. Angkot berhenti, dan nenek itu tergopoh-gopoh naik ke angkot. Aku segera bergeser memberi jalan pada nenek itu. Namun, ibuku masih bergeming di tempatnya di pojokan dekat pintu angkot.

Nenek tua itu berusaha melewati ibu, namun akses masuk terlalu sempit. Nenek itu pun jatuh tersungkur.

Yaaah, saya kecewa.. Habis marah-marah gara-gara penghalangan jalan umum, Ibu menghalangi jalan seorang nenek yang mau masuk ke angkot.. Ckckck.. Ironi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s